Senin, 06 Februari 2012

kebutuhan zat gizi

­­­­­­­Rangkuman Materi Gizi
BEBERAPA ISTILAH DAN PENGERTIAN
A.      Ilmu Gizi
  Ilmu yang mempelajari makanan yang diperlukan (berhubungan ) dengan kesehatan
  Kata Gizi berasal dari bahasa Arab, yaitu gidza yang atinya makanan atau Ilmu Gizi adalah suatu cabang Ilmu Pengetahuan yang khusus mempelajari hubungan antara makanan dan Kesehatan Tubuh, (PIN Dietetik, 2003). Di Indonesia jumlah Tenaga Gizi yang tersebar baik dipelayanan maupun di pendidikan adalah (Depkes, 2003) sebanyak 10,685 orang atau 2,37 % dari total Tenaga Kesehatan.

1.       Zat gizi : bahan (zat kimia) yang terdapat dalam makanan yang diperlukan untuk kesehatan
2.       Makanan
 Bahan (tidak termasuk obat) yang menagndung zat  gizi atau zat kimia yang dapat diubah menajdi zat gizi oleh tubuh
3.       Diet : Susunan bahan makanan dalam sehari yang disusun untuk keperluan tertentu
4.       Status Gizi : Keadaan tubuh sebagai dampak dari konsumsi makanan, dapat diukur dari  Fisik (anatmis), klinis dan biokemia
5.       RUANG LINGKUP ILMU GIZI
Mulai dari produksi lalu diolah dengan teknologi dibeberapa industri lalu didisribusikan ke pasaran selanjutnya di olah oleh Ibu rumah tangga untuk keluarganya dari situlah kita ketahui bagaimana pola konsumsi dari bahan makanan itu dikonsumsi oleh masyarakat atau keluarga tersebut apakah memenuhi pola konsumsi yang semestinya atau belum dan dari situlah kita dapat menyimpulkan apakah menimbulkan penyakit akibat gizi yang dikonsumsinya atau bagi yang memerlukan gizi tersebut lalu makanan yang kita konsumsi itu mengalami proses pencernaan dan metabolisme menjadi zat gizi (nutrient)  di dalam tubuh yang mana digunakan untuk berbagai keperluan  dan  aktivitas baik diluar maupun aktivitas yang dilakukan oleh organ-organ tubuh kita seperti jantung,ginjal dan hati yang mana akan melakukan kerjanya tentunya memerlukan asupan gizi yang seimbang.
6.       Zat gizi dapat dikelompokkkan menjadi 3 kelompok besar
Zat gizi
1.       Makro nutrient
2.       Mikro nutrient
3.       Non nutrient food

Makro nutrient meliputi:
1.       Karbohidrat
2.       Protein
3.       Fat
Mikro nutrient meliputi:
1.       Mineral
2.       Vitamin
Non nutrient food
1.       Flavonoid
2.       Isoflavon

B.      Kebutuhan Zat Gizi
Merupakan gambaran banyaknya zat gizi yang diperlukan oleh setiap orang agar dapat hidup sehat.apabila seseorang mengalami kekurangan zat gizi maka akan terjadi:
1.       Lapar
2.       Berat badan menurun
3.       Produktivitas kerja menurun
4.       Gizi kurang dan buruk
5.       Kematian.
Sedangkan apabila mengalami kelebihan gizi
1.       Akan terjadi timbunan lemak/gemuk
2.       Gangguan absorbsi dan toksik
3.       Dan akan menjadi penyakit degeneratif

1.       Angka kecukupan gizi (AKG)
Guna dilakukannya mengukur angka kecukupan gizi adalah:
1.       Menilai konsumsi gizi
2.       Bisa diterapkan pendidikan gizi kepada masyarakat
3.       Melakukan perencanaan makanan tambahan
4.       Perencanaan penyediaan pangan regional/nasional
5.       Patokan label pangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi angka kecukupan gizi seseorang adalah:
1.       Umur : semakin besar umur maka tingkat kecukupan gizi semakin tinggi/banyak
2.       Aktivitas : semakin berat suatu aktivitas yang dilakukan seseorang maka tingkat kebutuhan gizi semakin banyak
3.       Jenis kelamin : tingkat gender antara laki-laki dengan perempuan sangat berbeda dalam memenuhi tingkat kebutuhan gizinya
4.       Ukuran tubuh
5.       Keadaan fisiologi
Kebutuhan yang diperlukan oleh manusia terdiri 5 kelompok besar dan 45-50 macam zat gizi diantaranya adalah:
-          Energi : 50-60% Karbohidrat.12-15% Protein,<30%  Lemak
-          10 asam amino esensial
-          3 lemak esensial
-          14 macam vitamin
-          15-19 mineral
-          Serat
-          Air
Dalam penyusunan menu seimbang ditentukan oleh:
-          Gizi : sesuai dengan kecukupan yaitu dimana gizi yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh seseorang tersebut yang memenuhi standar kecukupan gizi
-          Preferensi : Kesukaan yaitu dimana gizi yang diperlukan oleh seseorang sesuai dengan kesukaan dalam memenuhi gizi yang seimbang
-          Ekonomi : Daya beli yaitu dimana tingkat pemenuhan menu gizi yang seimbang tergantung dari daya beli dari masyarakat itu sendiri apakah memenuhi standar menu gizi yang seimbang atau bahkan sebaliknya
Keadaaan sakit dan penyembuhan
Dalam keadaan sakit kita memerlukan makanan yang bergizi yang berguna untuk recovery yang mana dalam kondisi sakit selera makan turun sehingga konsumsi turun sehingga kita banyak kehilangan zat gizi dan terjadi defisiensi zat gizi dan cara penanggulangannya adalah dengan terapi diet.
2.       Kebutuhan Energi
Energi dibutuhkan untuk :
        Metabolisme Basal : yaitu dimana energi tersebut dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan kehidupan
        Kerja Luar : yaitu dimana energi tersebut dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan kerja diluar atau melakukan aktivitas
        Pertumbuhan:  yaitu dimana energi atau asupan makanan yang kita butuhkan untuk pertumbuhan baik secara fisik maupun perkembangan mental
        Mempertahankan suhu tubuh: yaitu dimana makanan tersebut akan menghasilkan energi sebagai bahan bakar dalam tubuh kita sehingga menormalkan kembali suhu tubuh kita
Faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi :
1.       BB :  yaitu semakin tinggi berat badan maka tingkat kebutuhan energi semakin banyak yang dibutuhkan oleh tubuh
2.       Aktivitas fisik : semakin berat aktivitas fisik yang kita lakukan maka kebutuhan energi yang dibutuhkan oleh tubuh semakin banyak pula dan begitu pula sebaliknya
3.       BMR
4.       Metabolisme :  semakin tinggi tubuh melakukan metabolisme maka kebutuhan energi pada waktu itu semakin tinggi
5.       Suhu Tubuh
6.       Seks : tingkat seks seseorang sangat  mempengaruhi kebutuhan energi seseorang tersebut
7.       Pertumbuhan dan Pembentukan jaringan baru
8.       Produksi ASI: semakin banyak produk ASI yang dihasilkan maka semakin banyak pula memerlukan kebutuhan energi yang diperlukan bagi ibu yang menyusui
9.       Stress yaitu semakin tinggi tingkat stress maka akan semakin tinggi pula tingkat energi yang dibutuhkan

3.       Kebutuhan Protein
Menaksir kebutuhan protein :
        Keseimbangan nitrogen
        Asam amino esensial
Faktor yang mempengaruhi :
        BB
        Usia
        Seks
        Infeksi
        Proses penyembuhan/pertumbuhan
        Kualitas protein
Kebutuhan :
10 – 15% x total energi
Anak : 1, 5 – 2 gr/kg BB
Remaja : 1 – 1,5 gr/kg BB
Dewasa : 0,8 – 1 gr/kg BB
4.       Kebutuhan Lemak
-          < 30% dari total kalori (Indonesia : 25%)
-          Asam lemak esensial (3%) : as.linoleat, linolenat dan arkhidonat

5.       Kebutuhan Vitamin
Berdasarkan :
-          Kebutuhan harian
-          Cadangan
Kebutuhan Energi  (E) dan Protein (P) diutamakan karena :
1.       Kebutuhan Energi (E) & Protein (P) cukup  maka Vitamin (V) & Mineral (M) terpenuhi (jika konsumsi pangan beragam )  
2.        Kurang konsumsi Energi (E) lebih dini diketahui
3.       Dampak kurang konsumsi Energi (E) & Protein (P) lebih berbahaya yang mana akan menimbulkan berbagai penyakit dan masalah kesehatan
4.       Tingkat konsumsi Energi (E) & Protein (P) :  indikator kecukupan pangan wilayah
C.      Masalah Gizi Utama di Indonesia
Yaitu kebanyakan orang indonesia mengalami kekurangan gizi yang meliputi:
1.       Kurang gizi makro,yaitu berupa energi dan protein
2.       Kurang gizi mikro yaitu seperti yodium,bsi ,zink,selenium,vitamin
Dan bahkan ada yang mengalami kelebihan gizi sehingga menyebabkan diantaranya adalah:
1.       overweight dan obesitas
2.       Hiperlipidemia dan hipercholesteolmia
Dan tentunya masalah yang dialami diatas merupakan masalah berat dimana setiap tahunnya jumlah penderitanya terus meningkat
1.       Besar dan beratnya masalah gizi di Indonesia
Besanyar masalah gizi yang dialami di indonesia tentunya kita lihat dari beberapa segi diantaranya yaitu:
1.       Dilihat dari luasnya wilayah yang terkena 
2.       Banyak jenis masalah gizi
3.       Banyaknya   penduduk yang terkena
Berat masalah dilihat dari beratnya akibat terhadap kehidupan, seperti kematian dan cacat
2.       Masalah Gizi Utama yang dialami di indonesia adalah
Kekurangan Gizi
1.       Kurang Energi Protein (KEP)
2.       Anemia Gizi
3.       Kurang Vitamin A
4.       Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
Kurang Energi Protein
1.       Kurang Kalori Protein
2.       Gizi Kurang/Gizi Buruk
3.       Malnutrisi: Marasmus – Kwashiorkor
Dampak: 
1.       fisik yaitu akibat kekurangan gizi yang dialami dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya fisik seseorang yaitu memilki fisik yang kurus
2.       Intelektual : akibat kekurangan gizi dapat mempengaruhi tingkat intelektual seseorang karena otak butuh nutrisi sehingga perkembangan otaknya menjadi lambat
3.       Kekebalan tubuh : akibat kekurangan gizi dapat juga mempengaruhi sistem imun menjadi lemah karena kurangnya asupan makanan yang bergizi bagi tubuh karenabutuh akan hal itu untuk bertahan dari serangan penyakit
4.       Kesakitan  : dan akibat jangka lama dapat mengalami kesakitan pada tubuh atau penyakit diantaranya adalah marasmus
5.       Kematian : dan apabila tidak ditanggulangi secara cepat maka dapat menyebabkan kematian
DAMPAK KURANG GIZI
Akibat gizi kurang maka tingkat perkembangan otak seseorang menjadi lambat dan bahkan menyebabkan infeksi sehingga mutu seseorang tersebut menjadi rendah dan menjadi beban bagi mereka yang mengalami akan hal itu karena hanya melahirkan orang-orang yang daya tangkapnya kurang
Jika kita bandingkan dengan otak yang telah mencukupi nutrisi dan gizinya perkembangan otaknya terisi semua  sehingga menghasilkan generasi yang anak cerdas dan produktif dan memilki mutu SDM yang tinggi dan sekaligus merupakan aset yang dimilki dan sukses dalam berkarir dan menempuh pendidikan
3.       Penyebab timbulnya kurang gizi adalah:
Jika kita lihat dari Tingkat Makro:
1.       KEP berat dengan keadaan status ekonomi
2.       Penurunan KEP = penurunan kelompok dibawah garis kemiskinan
3.       Ketersediaan pangan : ketersediaan pangan angat bergantung sekali dalam peningkatan gizi apakah suatu keluarga tersebut tahan pangan atau tidak
Tingkat Mikro:
  1. Tingkat kesehatan (infeksi)
  2. Sanitasi lingkungan : sanitasi lingkungan sangat berpengaruh sekali dalam mendukung hal ini apakah suatu lingkungan tersebut bersih atau malah sebaliknya
 Program intervensi
Yaitu melalui Program UPGK meliputi:
a)      penimbangan balita,
b)      KIE,
c)       pemanfaatan pekarangan,
d)      PMT,
e)      oralit,
f)       kapsul vit A : melalui posyandu
 Anemia Gizi
Terbanyak dari kasus terjadinya anemia gizi adalah karena defisiensi zat besi
Akibat yang ditimbulkan adalah:
a)      Kemampuan intelektual menjadi berkurang atau menurun
b)      Produktifitas kerja : yaitu akan terjadi penurunan produktivitas kerja
c)       Morbiditas anak
d)      Mortality ibu
e)      BBLR dan keguguran
Penyebab Anemia Gizi
a)      Jumlah Fe tidak cukup dalam makanan : karena kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung kaya akan zat besi
b)      Absorbsi Fe rendah : yaitu tubuh kurang mengabsorbsi Fe oleh sebab itu perlunya vitamin penambah darah atau tablet Fe
c)       Kebutuhan naik
d)      Kehilangan darah : disebabkan karena kecelakaan yang menyebabkan kekurangan darah dan berimbas kurangnya Fe dan Hb



Program intervensi
a)      Pemberian tablet besi pada ibu hamil (Posyandu dan Puskesmas)yang mana akan meningkatkan kembali Fe dan Hb dari ibu hamil tersebut sehingga sang bayi dan ibu selamat dari proses persalinan dan lahir sehat
b)      KIE (penyuluhan gizi): yaitu dengan memberikan penjelasan kepada ibu-ibu hamil betapa pentingnya menjaga kesehatan tubuh dalam hamil
c)       Fortifikasi makanan: dalam taraf penelitian  Garam dan mie diproduksi dibanyak produsen
Kekurangan Vitamin A
Sebab:
  1. Keadaan sosial ekonomi : yaitu yaitu penghasilan dari keluarga yang kurang mampu tidak mencukupi akan hal itu
  2. Ketidaktahuan : pengetahuan yang kurang dari masyarakat akn makanan yang memilki kandungan vitamin A
  3. Akibat infeksi
  4. Kekurangan ASI: akibat bayi yang kekurangan ASI maka sang anak mengalami resiko anemia
Program intervensi
a)      Distribusi kapsul vitamin A pada anak-anak : tentunya hal itu didistribusikan melalui puskesmas atau posyandu
b)      Fortifikasi makanan: dalam taraf penelitian .Perubahan warna makanan
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium
Akibat GAKI:             
  1. Pembesaran kelenjar iodium : kelenjar gondok
  2. Gangguan pertumbuhan (cebol, bisu, tuli): akibat kekurangan yodium maka akan menghambat pertumbuhan seseorang
  3. Gangguan mental: gperkembangan mental akan terganggu
  4. Gangguan neuro motor
Besarnya masalah
Didaerah endemik: pegunungan di beberapa propinsi di Indonesia: karena orang gunung jarang mengkonsumsi garam yang mengandung yodium ini disebabkan karena wilayahnya yang terlalu terisolir dan jarang pula orang gunung itu yang datang ke kota dalam memenuhi kebutuhan garam-garaman yang beryodium

Apa yang terjadi bila IBU HAMIL (BUMIL) menderita kekurangan YODIUM ?  
  1. Abortus (keguguran):
  2. Anak lahir mati
  3. Anak lahir prematur
  4. Anak lahir Kretin
  5. Anak lahir tapi dengan berbagai ragam   cacat
KEKURANGAN YODIUM DIDERITA OLEH BAYI DAN  ANAK 
  1. Pertumbuhan anak terganggu (kecil dan pendek)
  2. Tingkat kecerdasan rendah (anak bodoh)
  3. Malas dan tidak mempunyai inisiatif
  4. Sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar
Program intervensi
a)      Program iodisasi garam
b)      Program penyuntikan preparat beriodium
c)       Penyuluhan : yaitu dengan penjelasan yang diberikan kepada masyarakat akan kebutuhan yodium dalam kehidupannnya sehai-hari
d)      Iodisasi air
e)      Tetes iodium
Masalah Gizi lain
  1. Muncul Obesitas
  2. Prevalensi: wanita diatas usia 40 tahun: mencapai 30% overweight dan obese
Akibat yang ditimbulkan obesitas adalah : PJK, kanker, diabetes melitus, hipertensi
Untuk hidup tubuh membutuhkan zat gizi
  1.  Hidarat Arang
  2.  Protein
  3.  Lemak
  4.  Vitamin
  5.  Mineral
  6.  Air
Bahan Makanan Pokok
a)      Proporsi cukup besar
b)      Sumber utama energi
c)       Sumber protein
Bahan makanan lauk pauk
Sumber utama protein
Bahan makanan sayur dan buah
a)      Sumber vitamin dan mineral
b)      Sumber energi
Fungsi Makanan
  1. Sumber zat pembangun :    ikan, telur, ayam, daging, susu, keju, kacang-kacangan, tempe, tahu, oncom (LAUK-PAUK)
2.       Sumber zat pengatur : sayuran dan buah-  buahan
3.       Sumber energi  : beras, jagung, gandum, ubi  kayu, ubi jalar,   kentang, sagu, roti, mie, pisang  dll  (PANGAN POKOK)
Kebutuhan zat gizi
  1. Basal metabolism rate (aktifitas dasar)
  2. Aktifitas fisik
  3. Tumbuh-kembang
  4. Pengganti jaringan yang rusak
  5. Pertahanan tubuh
Energi dibutuhkan untuk

1. Metabolisme basal
 2. Aktifitas fisik
3. Pencernaan
Metabolisme basal diperlukan untuk Mempertahankan :
a)      Tegangan jaringan
b)      Suhu tubuh
c)       Aktifitas pernafasan, jantung, pencernaan

D.      Menilai status gizi
Beberapa cara menilai status gizi adalah dengan cara berikut:
1.       Pengukuran antropometri
2.       Pemeriksaan gejala-gejala klinik
3.       Pemeriksaan biokimia darah
Penilaiannya adalah dengan cara:
1.       Membandingkan ukuran-ukuran itu dengan standar baku
2.       Melihat rasio (perbandingan) beberapa ukuran,seperti BB menurut tinggi badan
3.       Mengkombinasikan beberapa ukuran sekaligus
Contoh:
TB  Menurut umur,dikombinasikan dengan BB menurut Tinggi Badan (TB)
Baku rujukan atau standar dipakai:
1.       Tanner,dari penelitian Tanner di inggris
2.       Harvard dari penelitian Stuart
3.       WHO NCHSdan dipakai sebagai standar baku di seluruh dunia
Tujuan dilakukan pengukuran adalah:
1.       Pemantauan status gizi apakah gizi yang dimiliki seseorang tersebut telah mencukupi atau mengalami kekurangan atau gizi buruk
2.       Dapat menjadi Survei gizi tiap tahunnya apakah gizi di indonesia telah mencukupi
3.       Dan dapat pula menjadi tes skrining
Pengukuran antropometri
Paling sering digunakan dan paling mudah dan praktis.ukuran-ukuran yang paling sering digunakan adalah:
1.       Tinggi badan(TB)
2.       Berat badan (BB)
3.       Lingkar lengan atas( LILA)
Pada orang dewasa sering dipakai lingkaran perut,lingkaran paha,lingkaran pinggul.pengukuran yang paling umum dan banyak dipakai pada orang dewasa adalah Body Mass Index (BMR)
Peralatan yang digunakan dalam mengukur adalah:
1.       BB: timbangantanpa per,dacin.elektronik timbangan bayi(perlu ditera,pembacaan nomor berat jelas)
2.       TB: length board (2 tahun),microtoir
3.       LILA: meteran LILA
4.       Tebal lemak bawah kulit: skinfold,califer
Status gizi ditentukan berdasarkan beberapa SD kurang/lebih dihitung dari median.Cara ini dipakai untuk semua parameter,yaitu BB/U,TB/U,BB/TB,LILA/U
> 3 SD Obesitas
+2 - +3 SD: Overweight
-2 SD - +2 SD : Gizi Normal (baik)
-2 SD - -3 SD : Gizi Kurang
<-3 SD : Gizi Buruk
Klasifikasi Menurut Waterlow
No
TB/U
BB/U
BB/TB
Status Gizi
1
Normal
Normal
Normal
Gizi Baik
2
Normal
Rendah
Rendah
Acute Malnutrition
3
Rendah
Rendah
Normal
Postmalnutrition
4
Rendah
Rendah
Rendah
Chronic prolonged malnutrition

Modifikasi klasifikasi menurut waterlow yang dimodifikasi
TB/U
BB/TB Normal
-2 SD - +2 SD
BB/TB Rendah
-2 SD
TB/U
-2 SD - +2 SD

Normal

Acute Malnutrition
TB/U
<-2 SD

Postmalnutrition

Chronic prolonged malnutrition

Klasifikasi
INDEKS
STATUS GIZI
AMBANG BATAS
BB/U
Gizi lebih
>+2 SD

Gizi baik
-2 SD s/d +3 SD

Gizi kurang
Gizi buruk
-2 SD s/d -3 SD
<-3 SD

Klasifikasi
Indeks
Status Gizi
Ambang batas
TB/U
Normal
>-2 SD

Pendek (stunted)
<-2 SD


Klasifikasi
Indeks
Status gizi
Ambang batas
BB/TB
Gemuk
-2 SD

Normal
-2 SD s/d +2 SD

Kurus
>-2 SD s/d -2 SD

Kurus sekali
<-3 SD

E.       Peran Asuhan Gizi Klinik Dalam Penyembuhan Penyakit
Peran Nutrisi sebagai Dasar Penyembuhan
Yaitu kita lihat dulu bagaimana kondisi si penderita terlebih dahulu meliputi:
1.       Apakah penderita mengalami stress fisik karena penyakitnya
2.       Apakah mengalami stress dari psiko-emosional berkaitan dengan perawatan
3.       Atau mengalami stress dari psikososial
1. Stress fisik disebabkan oleh:
1.       Proses dan perjalanan penyakit yang dialami oleh pasien tersebut
2.       Berat ringannya penyakit yang dialami oleh pasien
3.       Serta prognosa penyakit
2. Stress psiko-emosional disebabkan oleh;
1.       Apakah itu berkaitan dengan fasilitas perawatan yang ada di RS ataupun di klinik
2.       Apakah itu mengenai gambaran prognosa penyakit
3.       Serta tindakan yang dilakukan oleh perawat dan tenaga medis lainnya dalam pengobtan yang akan dilalui oleh pasien tersebut
3. Stress psiko-sosial disebabkan oleh:
1.       Apakah pasien tersebut terpisah atau terisolasi dari lingkungannya
2.       Apakah karena kecemasan karena kemungkinan kehilangan pekerjaan/jabatan
3.       Atau itu berkaitan dengan besarnya biaya yang akan harus dikeluarkan
Namun semua itu apa kenyataannya yang sering terjadi di Rumah Sakit
1.       Terhadap pasien
Perhatian terhadap status gizi pasien sering diabaikan
Monitoring dan evaluasi diet pasien hampir tidak pernah dilakukan
Faktor selera,kesukaan atau pantangan terhadap makanan tidak diperhitungkan
2.       Terhadap makanan
Diet disiapkan berdasarkan daftar penyakit yang dikirimkan dari bagian perawatan tanpa melihat kondisi pasien,status
Cara masak,bentuk makanan dan cara penyajian etika/perilaku menyajikan makanan tidaklah bagi yang dipertimbangkan

Peran nutrisi yang amat penting di klinik              
1.       Memberikan zat gizi yang cukup menurut kebutuhan individu sesuai dengan jenis penyakit dan kondisi penderitanya
2.       Tidak memperberat beban kerja organ-organ tubuh penderita
3.       Mempercepat proses penyembuhan seperti diet dari kaldu ikan tuna
4.       Memberikan rasa optimisme,spirit dan dorongan untuk sembuh kepada penderita
F.       Diet Khusus di Rumah Sakit
Angka kecukupan gizi yang dianjurkan adalah tingkat konsumsi zat-zat gizi esensial yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi hampir semua orang sehat di suatu negara.AKG untuk indonesia didasarkan atas patokan atas patokan berat badan untuk masing-masing kelompok menurut umur,gender ,dan aktivitas fisik yang ditetapkan secara berkala melalui survei penduduk .
Standar makanan umum Rumah sakit
Gambaran umum
Makanan biasa sama dengan makanan sehari-hari yang beraneka ragam,bervariasi dengan bentuk,tekstur dan aroma yang normal.susunan makanan mengacu dan pola menu seimbang dan angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi orang dewasa sehat.makanan diberikan kepada pasien yang berdasarkan penyakitnya tidak memerlukan makan khusu diet.walau tidak ada pantangan secara khusus,makanan sebaiknya diberikan dalam bentuk yang mudah dicerna dan tidak merangsang pada saluran cerna.
Tujuan Diet
Tujuan diet makanan biasa adalah memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh.
G.     Nutrisi Enteral dan parenteral
1.       Asuhan Gizi  Klinik di Rumah sakit
TUJUAN PEMBERIAN MAKANAN PADA  PENDERITA
1.       Mengurangi beban kerja organ, terutama kerja Jantung, hati, ginjal : yaitu yang mana tubuh kita sangat memerlukan nutrisi sehingga organ-organ kita tidak menjadi berat dalam mengkatalisis itu semua
2.       Membantu mempercepat penyembuhan : nutrisi sangat membantu sekali dalam penyembuhan seseorang yang mana nutrisi itu dapat meningkatkan sistem imun kita dalam menghadapi suatu penyakit sehingga tubuh akan menjadi lebih kuat dan tahan terhadap penyakit sehingga mencapai proses penyembuhan
3.       Sebagai terapi : dan nutrisi  dapat juga sebagai terapi dalam proses penyembuhan



2.       JENIS MAKANAN DI RUMAH SAKIT
1.       Enteral  : makanan masuk melalui saluran cerna                                       
a.       melalui  mulut                                                                                             
b.         melalui lambung
2.       Parenteral : makanan melalui pembuluh darah
a.        Sentral melalui pembuluh arteri
b.       Perifer : melalui vena

a.       Nutrisi enteral
Indikasi
        Pasien dgn PEM sedang-berat dengan asupan peroral tidak adekuat > 3 hari
        PEM ringan dengan asupan peroral < 50% kebutuhan normal selama > 7 hari
        Disfagia, trauma berat, penyakit inflamasi usus maka harus diberikan makanan melalui enteral
b.      Nutrisi parenteral (NP)
Definisi : Suatu cara pemberian nutrien  secara total atau partial  melalui        pembuluh vena utk mencapai  keadaan gizi yang adekuat  apabila dgn nutrisi oral atau enteral keadaan tsb tidak bisa  dicapai
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
1.       Cairan nutrisi tidak boleh digantung lebih dari 24 jam
2.       Pengalihan dari NP ke NE harus bertahap
3.       Pemberian NP harus diperhatikan osmolaritas, route pemberian,dosis dan kecepatan tetesan maksimum, densitas energi per volume, jenis cairan,nutrien spesifik dan indikasi
3.       STANDAR  MAKANAN  di RS
a.       Makanan biasa
b.      Makanan lunak
c.       Makanan saring
d.      Makanan cair
e.      Makanan liwat pipa

a.       MAKANAN BIASA
Karakteristik makanan biasa
1.       Diberikan kepada penderita yang tidak memerlukan makanan khusus berhubungan dengan penyakitnya
2.       Sususnan makanan sama dengan makanan orang sehat
3.       Tidak diperbolehkan : makanan yang merangsang  atau makanan yang dapat menimbulkan  gangguan pencernaan
4.        Mengandung cukup kalori, pritein, vitamin dan mineral               

b.      MAKANAN LUNAK
1.       Diberikan kepada penderita sesudah operasi tertentu dan pada  penyakit infeksi dengan kenaikan suhu badan tidak terlalu tinggi karena pada saat itu organ-organ tubuhnya tidak boleh terlalu bekerja berat disaat mencerna makanan oleh karena itu diberikan makanan lunak
2.       Dapat diberikan langsung atau merupakan perpindahan dari  makanan saring ke makanan biasa.
3.       Mudah cerna, rendah serat dan tidak mengandung bumbu merangsang supaya pasien tidak terangsang untuk muntah disaat itu
4.       Cukup kalori, protein dan zat gizi lainnya.

c.       MAKANAN SARING
1.       Diberikan kepada penderita sesudah mengalami operasi tertentu, pada infeksi akut, termasuk infeksi saluran pencernaan seperti gastroenteritis dan pada kesukaran menelan
2.       Merupakan perpindahan dari makanan cair ke makanan lunak
3.       Diberikan untuk jangka waktu pendek, karena tidak memenuhi gizi terutama kalori dan tiamin
d.      MAKANAN CAIR
1.       Diberikan kepada penderita sebelum atau sesudah operasi tertentu
2.       Dalam keadaan mual dan muntah
3.       Dengan kesadaran menurun
4.       Dengan suhu badan tinggi dan infeksi akut
5.       Berupa cairan jernih yang tidak merngsang dan tidak meninggalkan sisa
6.       Pemberian dibatasi selama 1-2 hari saja karena nilai gizi sangat rendah

H.     NUTRISI PADA STRES METABOLISME
Pola kesehatan di indonesia mengalami gangguan rata-rata 75% status gizi pasien yang berada di RS perlu penanganan khusus oleh tim kesehatan dan profesional dalam mengatasi hal itu
Kurang energi protein di RS(KEP)
Dampak negatif yang ditimbulkan adalah
1.       Pengobatan tidak efektif karena pengobatan itu tentunya memerlukan nutrisi dalam melakukan kerjanya dalam proses penyembuhan penyakit
2.       Mengalami resiko komplikasi: karena kurangnya energi protein maka akan mengenai organ lain dari pengobatan yang kita jalani yang mana akan mempengaruhi hati maupun ginjal dan jantung akibat komplikasi dari obat yang kita cerna karena tidak ada perantaranya berupa nutrisi energi protein
3.       Sehingga penyembuhannya lebih lama dan lambat sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar
4.       Dan akan mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas kerja pun menurun
STRES METABOLISME
Pada penyakit berat/keadaan tertentu è akan mengakibatkan terjadinya stress metabolisme
Contohnya adalah:
a.       trauma : luka bakar, fraktur multipel
b.      Infeksi (termasuk HIV)
c.       Prosedur terapi : mis.bedah mayor
d.      Peny.kronik tertentu : mis.kanker
TRAUMA
  1. Respon fisiologik è peningkatan proses biokimia dan metabolisme normal
  2. Biasanya terjadi peningkatan kebutuhan gizi yang cukup besar
  3. Gizi tdk adekuat è Pasien akan banyak kehilangan BB dan terjadi komplikasi yang seringkali fatal
Penentuan status gizi individu
          Anamnesa
        Kebiasaan makan
        Pola makan
        Kualitas & kuantitas makanan
        Penyakit yang mendasarinya
        Gejala klinik yang menyertai
          Antropometri
        BB,TB, tebal lemak, LLA dll
I.        Penentuan Status Gizi Ibu Hamil
  1. Penentuan status gizi sangat penting karena hal itu sangat berimbas sekali dengan keselamatan ibu dan si calon bayi oleh karena itu sangat penting sekali mengetahui status gizi ibu hamil
  2. Dasar untuk perencanaan tindakan selanjutnya yaitu dapat juga sebagai kerangka acuan untuk tindakan selanjutnya akan kondisi kehamilan yang dialami oleh sang ibu hamil sesuai perkembangan trimesternya
  3. Dasar untuk pemilihan promosi gzi yaitu dapat juga sebagai promosi gizi kepada ibu hamil tentang makanan yang baik yang harus dikonsumsinya
  4. Untuk keselamatan ibu dan bayi
a.       Kegunaan Penentuan status Gizi
  1. Pendidikan gizi pada ibu hamil pada saat ini masih berdasarkan kebiasaan tradisional yang mana dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya serta budaya yang dianutnya bukan berdasarkan bimbingan dari tenaga kesehatan yang bersifat modern
  2. Dukungan terhadap ibu hamil yang positif, bukan larangan berdasarkan pengetahuan terbatas à meningkatkan keselamatan ibu dan bayi
Tujuan: identifikasi ibu berisiko, kebutuhan khusus, konsultasi khusus, perencanaan tindakan gizi
Contoh bbrp persoalan personal yang mempengaruhi status gizi:
1.       Pendapatan rendah : pendapatan yang rendah maka makanan yang kaya akan gizi kurang di dapatkan oleh sang bayi maka akan berimbas dengan perkembangan bayi
2.       Pantangan makanan tertentu : akibat pantangan yang diterapkan oleh masyarakat berdasarkan kepercayaan  seperti berpantangan makan ikan asin maka kebutuhan kalsium bagi bayi akan berkurang
3.       Zat beracun: rokok, alkohol : zat ini tentunya bersifat toksik bagi sang bayi dan akan mempengaruhinya
4.       Diet utk menurunkan BB : akibat diet yang terlalu rendah maka akan berisiko terkena penyakit anemia selain itu akibat mengkonsumsi obat diet yang mana akan mempengaruhi organ-organ tubuh kita
5.       Ketakutan, tidak bahagia krn kehamilan : sebagian orang merasa terbebani saat melahirkan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan  anaknya kelak dia tumbuh besar
6.       Kurus/gemuk
7.       Hamil kembar : karena hamil kembar maka nutrisi yang diperlukan oleh sang bayi cukup banyak apbila kurang dari kebutuhan maka si bayi akan mengalami BBLR
b.      Faktor risiko pada awal kehamilan
a)      Umur: <= 15th, >= 35 th : umur sangat menentukan kesiapan untuk melahirkan baik dari segi fisik maupun mental dari wanita tersebut
b)      Frekuensi kehamilan: 3 a lebih dalam 2 th
c)       Riwayat kehamilan yang jelek
d)      Kemiskinan
e)      Kebiasaan makan yang aneh
f)       zat racun: rokok, alkohol,
g)      Diet khusus krn penyakit kronis
h)      BB yang tidak normal: karena BB yang tidak normal maka akan berisiko mengalami keguguran
c.       Faktor risiko pada saat hamil
a)      Hb<12.9 g, Ht < 35 mg/dl : apabila Hb kurang dari 12,9 gr/dl maka akan berisiko bagi si ibu maupun si anaknya akan mengalmi anemia 2x lipat pada anaknya dan akan lahir prematur atau BBLR
b)      Kenaikan BB yang tidak normal: BB turun, kenaikan <0,5 kg/bl setlh trim I
c)       Kenaikan BB >1 kg/mg setl trim I
d.      Metode Pengukuran Status gizi
1.       Ukur
·         Berat/tinggi badan dan ukuran lain
·         Status gizi
·         Kebiasaan makan
·         Situasi tempat tinggal

2.       Analisa:
·         Analisa untuk menilai kebutuhan
·         Buat daftar kebutuhan
·         Rencanakan tindakan
3.       Perencanaan
Tulis rencana perawatan atau tindakan yang akan dilakukan
4.       Pelaksanaan
a.       Realistis dan sesuaikan dg keadaan
b.      diet, pemilihan makanan, pola makan, sumber dan standar
c.       Training perlu?
d.      Training untuk petugas, ibu, keluarga
5.       Evaluasi dan hasil
a.       Setiap hasil ditulis dan analsis secara seksama
b.      Untuk evaluasi berikutnya
c.       Tulis semua rencana, prosedur, perkembangan dan instruksi
6.       Observasi klinik
a.       Dilakukan oleh observer berpengalaman
b.      Periksa tanda-tanda fisik kemungkinan malnutrisi
c.       Pendapat observer mungkin berbeda karena
·         Beda keahlian
·         Definisi kelainan fisik yang berbeda
·         Tanda yang tidak spesifik
E.  Masalah gizi/makanan selama hamil
a)      Mual/muntah: makan dg frekuensi banyak, porsi kecil, makanan yang kering, karbohidrat, hindari makanan berbau tajam, minum pada waktu tdk makan
b)      Konstipasi: minum banyak, makan laksatif alamiah, laksatif hindari



PENUTUP


A.     Kesimpulan

Yaitu betapa pentingnya kita memerlukan zat gizi dalam tubuh kita yang mana itu akan sangat berguna sekali selain untuk mempermudah kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan tentunya zat makanan yang kita konsumsi itu sangat berguna sekali bagi tumbuh kembang kita serta melindungi dari setiap penyakit yang menyerang tubuh dengan cara memperkuat sistem imun kita dan tentunya sangat perlu sekali bagi ibu hamil yang mana akan melahirkan generasi yang sehat dan cerdas oleh karena itu perlunya dari sejak dini dalam pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan disamping itu perlunya pemenuhan gizi bagi si bayi
B.     Saran
1.      Diharapkan dengan ini perawat dan tenaga medis lainnya bisa menerapkan ilmu ini bagi pasien yang berada di Rs supaya pemenuhan nutrisinya seimbang sehingga mempercepat terjadinya penyembuhan penyakit serta mencehgah dari komplikasi penyakit
2.      Serta dapat juga dalam memenuhi nutrisi bagi klien yang koma atau semi koma dalam memenuhi nutrisi secara enteral maupun parenteral
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar